Minggu, 10 Mei 2015

Tentang Program Penyuluhan

 Latar Belakang
Susu merupakan sumber protein bagi manusia. Kabupaten Malang merupakan salah satu daerah penghasil susu terbesar di Jawa Timur yang merupakan pusat pengembangan ternak sapi perah yang ada di Indonesia. Penghasil susu sapi perah yang berada di Kecamatan Karang-Ploso berasal dari peternak-peternak kecil yang berada di desa Girimoyo, dimana setiap penduduk atau setiap rumah memelihara sapi perah yang berkisar 4-7 ekor per rumah yang dikelola secara tradisional. Sehingga produksi dan produktivitasya tergolong rendah. Ada 3 faktor yang mempengaruhi produksi susu sapi perah yaitu Bibit, Pakan dan Pemeliharaanya yaitu sanitasi 

Susu segar peka sekali terhadap kontaminasi, dimana kontaminasi dapat  mempengaruhi kualitas dan masa simpan (Zakariah, M.A. 2012). Oleh sebab itu, perlu adanya upaya untuk menerapkan metode pembersihan peralatan penampungan yang dikenal dengan istilah  SANITASI untuk mencegah mikroba yang menyebabkan penyakit mastitis pada sapi perah 

Masalah yang sering dihadapi oleh peternak yang ada di Desa Girimoyo – Kec. Karangploso adalah mastitis. Mastitis atau radang ambing merupakan masalah utama  dalam tata laksana usaha peternakan sapi perah yang sangat merugikan  peternak,  karena dapat menurunkan produksi susu dalam jumlah besar, juga berpengaruh terhadap  penurunan kualitas susu yang dihasilkan, yang secara langsung atau tidak langsung akan  merugikan konsumen dan industri pengolahan susu. 

Mastitis yang sering menyerang sapi perah ada 2 macam yaitu mastitis klinis dan subklinis. Efisien pengembangbiakan dan pengembangan Kerugian akibat mastitis sub klinis dapat berupa turunnya produksi susu sebesar 10-40%, penolakan susu oleh koperasi sebesar 20-30%, susu rusak, biaya pengobatan dan  dokter hewan. Mastitis sub klinis disebabkan oleh mikroorganisme patogen diantaranya Staphylococcus aureus, Streptococcus agalactiae, Klebsiella spp, E.coli dan Corynebacterium bovis 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar