Latar
Belakang
Susu merupakan sumber protein bagi manusia. Kabupaten Malang
merupakan salah satu daerah penghasil susu terbesar di Jawa Timur yang
merupakan pusat pengembangan ternak sapi perah yang ada di Indonesia. Penghasil
susu sapi perah yang berada di Kecamatan Karang-Ploso berasal dari
peternak-peternak kecil yang berada di desa Girimoyo, dimana setiap penduduk
atau setiap rumah memelihara sapi perah yang berkisar 4-7 ekor per rumah yang
dikelola secara tradisional. Sehingga produksi dan produktivitasya tergolong
rendah. Ada 3 faktor yang mempengaruhi produksi susu sapi perah yaitu Bibit,
Pakan dan Pemeliharaanya yaitu sanitasi
Susu segar peka sekali terhadap kontaminasi, dimana kontaminasi
dapat mempengaruhi kualitas dan masa
simpan (Zakariah,
M.A. 2012). Oleh sebab itu, perlu adanya upaya untuk menerapkan metode
pembersihan peralatan penampungan yang dikenal dengan istilah SANITASI untuk mencegah mikroba yang
menyebabkan penyakit mastitis pada sapi perah
Masalah yang sering dihadapi oleh peternak yang ada di Desa
Girimoyo – Kec. Karangploso adalah
mastitis. Mastitis atau radang ambing merupakan masalah utama dalam tata laksana usaha peternakan sapi
perah yang sangat merugikan
peternak, karena dapat menurunkan
produksi susu dalam jumlah besar, juga berpengaruh terhadap penurunan kualitas susu yang dihasilkan, yang
secara langsung atau tidak langsung akan
merugikan konsumen dan industri pengolahan susu.
Mastitis yang sering menyerang sapi perah ada 2 macam yaitu
mastitis klinis dan subklinis. Efisien pengembangbiakan dan pengembangan Kerugian
akibat mastitis sub klinis dapat berupa turunnya produksi susu sebesar 10-40%,
penolakan susu oleh koperasi sebesar 20-30%, susu rusak, biaya pengobatan
dan dokter hewan. Mastitis sub klinis
disebabkan oleh mikroorganisme patogen diantaranya Staphylococcus aureus,
Streptococcus agalactiae, Klebsiella spp, E.coli dan Corynebacterium bovis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar